Posted by: Indah on: April 3, 2008
Kamis, 27 Maret 7:26 PM
Kuliah Sistem Informasi (SI) kini diisi oleh Ibu Sri Nurdiati (Kadept Ilkom).
Setiap paginya sebelum memulai perkuliahan setelah selesai berdoa beliau memberikan satu judul tausyiah tentang kehidupan.
Ini dilakukan karena menurut beliau, sebagai seorang pengajar, beliau juga punya tanggungan mengajarkan moral dan etika di samping materi pokok perkuliahan.
Beliau juga menganjurkan untuk tidak melupakan ritual berdoa, karena menurut pendapat beliau, gunanya berdoa adalah untuk menghadirkan roh kita dalam proses belajar mengajar, jadi yang di dalam ruang kuliah tidak hanya jasad diri kita saja.
Kalau menurut apa yang saya dapat dari guru/ustadz/kyai di pesantren yang telah berhasil menanamkan salah satu amalan/kebiasaan yang diistiqomahkan (dari sekian amalan yang saya dapatkan), yakni kebiasaan berdoa sebelum memulai proses belajar mengajar di sekolah, diniyah di kelas, diniyah di asrama, pokoknya semua kegiatan menuntut ilmu, yang membuat saya merasakan ada yang kurang/sesuatu yang mengganjal ketika saya lupa melakukannya, yang terdiri dari Surat Al Fatihah (yang utama ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW) , Doa ketika akan belajar, Surat Al Insyiroh (Alam Nasyroh), serta ayat Al Qur’an, tujuannya adalah agar ilmu yang kita peroleh bermanfaat dunia dan akhirat, agar kita bisa memahami dan menerimanya dengan mudah/diberi kemudahan dalam belajar ilmu tersebut, atau kalaupun di saat ilmu itu diajarkan dalam majlis ta’lim waktu itu kita juga belum mampu mengerti, mungkin kita akan mulai memahami saat pulang nanti ataupun pada saat menjelang ujian diadakan (tiba-tiba saja pikiran kita terbuka, dan ilmu tadi menjadi sangat mudah dipahami secara tiba-tiba juga)… Wallahu a’lam… “Ya Allah tidak ada yang mudah kecuali apa yang Engkau menjadikannya mudah. Dan Engkau merubah yang sulit menjadi mudah bila Engkau menghendakinya… Bismillahi tawakkaltu ‘alallah…”. Oleh karena itu, tidak ada kebetulan di dalam dunia ini… semua sudah ada yang mengaturnya. Semua kebetulan (menurut kita) yang terjadi pada diri kita adalah bentuk pertolongan dari Allah.
Tausyiah yang sudah pernah disampaikan oleh Ibu Sri Nurdiati adalah :
6 kunci kesuksesan :
Jujur
Amanah (bisa dipercaya)
Rendah hati
Disiplin
Berani menegakkan kebenaran
Bersungguh-sungguh
4 unsur hati manusia :
Setan, perilaku yang mewakilinya yaitu semisal sombong, suka menipu, dll
Binatang buas, misalnya sifat marah, dendam, dengki, dll
Babi, misal sifat manusia yang cenderung serakah, rakus, malas, suka tidur, jorok, dan cenderung menyukai sesama jenis.
Malaikat, semua keinginan untuk melakukan suatu hal dan perbuatan yang baik itu cerminan dari unsur malaikat dalam hati seorang manusia.
Nah, sekarang, intropeksi diri kita masing-masing, unsur manakah yang mendominasi hati kita. Semoga seiring berjalannya waktu, ketiga unsur di atas yakni setan, binatang buas, dan babi perlahan tapi pasti segera enyah dari dalam hati kita, dan unsur malaikatlah yang mendominasi komponen dari hati kita. Amiiin. Tetapi, untuk mewujudkannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kita harus berusaha ekstra keras dan mampu berbuat ikhlas terhadap perbuatan atau ucapan orang lain yang tidak baik kepada kita. Dan tentunya itu sangatlah sulit sekali. Bisakah kita meneladani sosok Rasulullah dalam menghadapi orang-orang yang tidak menyukai beliau?? InsyaAlloh kita bisa… karena kita umat beliau… Aminnn.
Komentar Terakhir