Indah’ s Blog

Facebook

Posted by: Indah on: Mei 7, 2009

Dampak positif dan negatif dari Facebook.

Sejak hadirnya satu lagi layanan jejaring sosial yang dinamai dengan Facebook oleh penemunya Mark Zuckerberg sejak 4 Februari 2004 maka kepopuleran Friendster di Indonesia mulai tergantikan. Facebook lebih cerdas daripada Friendster. Facebook dapat memberikan jejaring yang tepat antara user yang satu dengan user yang lain. Mungkin ini dikarenakan, kebanyakan pengguna Facebook menggunakan data pribadi yang benar (asli), terutama dalam pencantuman  nama sedangkan di Friendster banyak yang menggunakan data pribadi palsu.

Dampak Positif
Jarak dan waktu, taklagi menjadi hambatan bagi seseorang untuk menjalin komunikasi. Dengan berbagai fasilitas yang disediakan sebagai wujud nyata keberadaan teknologi, semuanya menjadi mudah.
Dengan Facebook, pengguna dapat menemukan kembali teman lamanya, teman yang sudah lama tidak bersua, dsb. Pengguna juga dapat menjalin komunikasi dengan teman-teman mereka setiap saat. Pengguna dapat meng-upload foto mereka di sana (untuk sekedar mengurangi space harddisk komputer mendongkrak kepopuleran).
Pengguna dapat mendapatkan kenalan baru.
Facebook berguna selayaknya fungsinya yakni sebagai fasilitas jejaring sosial yang menghubungkan berjuta-juta penggunanya. Pengguna juga dapat mengikuti kuis-kuis yang ditawarkan di facebook dalam kondisi luang. Atau dapat bermain game jg di sela-sela waktunya.

Dampak Negatif
Jika Anda sudah kecanduan Facebook, maka waktu Anda akan habis dengan mengunjungi Facebook tiap hari jam menit detik,  hanya sekedar untuk mengubah status, profil foto, membaca status orang, chat, dan memberikan komentar ke wall orang-orang.

Data pribadi Anda mungkin disalahgunakan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

Foto-foto Anda pun dapat mengalami hal yang sama.
Dan masih banyak lagi akibat yang ditimbulkan oleh Facebook.
Sebelum Anda kecanduan facebook, aturlah mulai sekarang… :D

Bisnis Pulsa Murah

Posted by: Indah on: Mei 2, 2009

Sering isi pulsa?
Males keluar karena hujan?
Untuk ngisi pulsa nomer sendiri atau keluarga??
atau…
Untuk dijual buat nambah uang jajan??
Gampang!!!

dealerhft.com SOluSinya!!

Harga Dasar Termurah! Dijamin!

Sumber Cerita Fiksi

Posted by: Indah on: Mei 2, 2009

Diambil dari situs resmi Forum Lingkar Pena

Fiksi, dilihat dari kamus berarti fiction : karangan , rekaan, khayalan. Cerita fiksi adalah cerita yang bersifat rekaan, karangan, khayalan. Sekalipun fiksi tak bisa disamakan dengan karya ilmiah, bukan berarti semua yang bernama fiksi hanya berisi cerita bualan belaka.

Cerita fiksi dapat digali dari baragam sumber :

1. Pengalaman.

Sumber terbaik cerita fiksi adalah pengalaman, pengalaman merupakan kisah yang paling dekat dengan diri penulis hingga ia bertutur sesuatu yang tak jauh dari apa yang telah dialaminya sendiri. Pengalaman bukan selalu berasal dari kisah diri sendiri tetapi dapat pula pengamatan terhadap kisah hidup orang lain. Jika seseorang beranggapan pengalaman hidupnya tidaklah istimewa bukan berarti ia harus menceritakan secara detil dari a hingga z , pengalaman dapat menjadi sebuah bahan baku yang diolah sedemikian rupa sebagai ide dasar sebuah cerita.

a. Nikolai Gogol menulis Overcoat berdasar sebuah pengalaman. Dalam sebuah jamuan pesta makan malam, ia mendengar lelucon tentang orang yang bertahun-tahun menabung untuk daat membeli sebuah senapan. Setelah uang terkumpul untuk membeli senapan, seseorang justru mencuri senapannya sebelum si pemilik sendiri menggunakannya untuk berburu. Tamu yang hadir di jamuan makan tersebut tertawa mendengar lelucon tersebut, tetapi Nikolai Gogol merasa tersentuh dan kasihan terhadap si tokoh hingga ia menuliskan cerita berjudul Overcoat yang mengisahkan seorang karyawan miskin menabung sekian lama untuk dapat membeli jas penghangat. Saat dapat membeli, seseorang mencuri sementara karyawan tersebut ditertawakan banyak orang karena kebodohannya.

b. Charles Dickens menulis beberapa cerita berdasarkan pengalaman masa kecilnya

c. Willa Cather : Kebanyakan bahan baku penulis diperoleh dari pengalamannya sebelum berusia 15

d. Deborah Joy Corey (Losing Eddie) menulis buku ketiganya, masih berkisar tentang pengalaman masa kecilnya

e. Mark Twain (Huckleberry Finn) : menulis dengan menggunakan pengalaman masa kecilnya dengan menciptakan orang yang benar-benar berbeda dengan dirinya.

2. Mimpi.

Berapa banyak mimpi yang kita alami hanya berlalu begitu saja? Robin Hemley (The Last Studebaker dan All You Can Eat) mengatakan salah satu sumber cerita adalah mimpi-mimpinya. Suatu hari ia terbangun dengan satu bayangan seorang lelaki yang menggali kebun milik istrinya. Bekas impian itu ia olah menjadi bahan baku cerita, mengisahkan seorang lelaki yang dihantui rasa bersalah dan cinta akibat bercerai dengan istrinya. Sebagai ungkapan kerinduan, cinta, perasaan berdosa setiap hari ia menanam bunga di kebun miliknya.

Mimpi, kadang hanya menjadi bunga tidur yang berlalu tanpa makna. Padahal dalam mimpi kadang Allah menitipkan suatu isyarat pada kita. Mimpi tercekik & tenggelam dalam air, orang Jawa berkata itu pertanda si empunya mau sakit. Dalam mimpi saja rasa tercekik & tenggelam demikian sakitnya, begitupula mungkin rasa seseorang menjelang meninggal di saat sakaratul mautnya.

3. Sejarah

Banyak sudah cerita fiksi diambil dari latar sejarah yang unik, misterius dan mengesankan. Musashi, Senopati Pamungkas, sedikit di antaranya. Film-film yang bertemakan sejarah, baik produksi dalam negeri maupun luar negeri juga sangat beragam. Tjoet Njak Dhien, Tuanku Tambusai termasuk pdosuk dalam negeri bertema sejarah yang penggarapannya sangat indah. Red Cliff, Curse of Golden Flower, Once Upon a Time in China yang tayang dalam beberapa seri juga mengambil setting sejarah China.

Menulis fiksi berlandaskan sejarah memang menyenangkan. Seorang penulis berbekalkan keuletan, kesabaran, ‘mencuri dari masa lalu’ mengembangkannya dalam bentuk imajinasi sembari menggali dari sumber-sumber yang ada.

Joanna Scott (Concerning Mold Upon the Skin) menceritakan bahwa ia menulis cerita dengan mengacu pada sejarah obat-obatan sehingga Joanna Scott mencari sejarah tentang tabib di abad ke -15 dan 16 seperti Leeuwenhoek yang penuh rahasia bahkan buku-buku aneh yang tidak bisa diandalkan semacam Devils, Drugs and Doctors karya Howard Haggard.

Saya pribadi menuliskan The Road to The Empire sebetulnya mereupakan sekuel ketiga Takudar berdasar sejarah Mongolia yang sangat minim di dapat sumbernya di pasaran. Bagaimana jika sumber yang kita butuhkan tak terdapat di luar sana? Maxine Hong Kingstone (The Woman Warrior) menulis dengan sukses fiksi autbiografi tentang leluhurnya orang Cina dan Amerika. Karena hanya mengetahui sedikit tentang leluhurnya, ia mengisi kekosongan pengetahuan dengan khayalan.

4. Tradisi Lisan

Kisah-kisah yang kita dengar semasa kecil tidak lantas dibuang begitu saja. Cinderella, Snow White, Sleeping Beauty menjadi cerita cinta yang terus digemari orang dan diadaptasi dalam bentuk cerita hingga film. Lihatlah film dan sinetron Indonesia yang meceritakan kisah cinta antara gadis miskin dengan pemuda berada, selalu laku. Tanpa mengabaikan kualitas cerita, penulis dapat menjadikan cerita lisan sebagai bahan baku idenya. Josip Novakovich (The Burning Shoe) mengisahkan seorang laki-laki yang pandai bertutur mulai kisah Pangeran Marko yang menyusu pada ibunya selama tujuh tahun, rumah masa kanak-kanak, tentara Jerman yang menyerbu hingga kisah kue madu. Sang penulis menggabungkan berbagai kisah yang ditemuinya dari cerita orang-orang.

Jangan sepelekan cerita tua sang kakek, dalam perjalanan panjangnya sebagai manusia, kebijaksanaannya tentu berharga. (Sumber: http://sintayudisia.wordpress.com)

THE ROAD TO THE EMPIRE
Penulis: Sinta Yudisia
Penyunting: Taufan E. Prast
Penata Letak: Lian Kagura
Desain Sampul: Tri
Harga: Rp. 63.000,-

Keinginan itu muncul lagi…

Posted by: Indah on: April 30, 2009

Yup! InsyaAllah mulai sekarang aku akan menulis lagi…

Keinginan itu muncul kuat sekali…
Daripada aku ngenet g tentu arah di depan lepi aku… jadi aku ingin menulis lagi…
Hanya saja aku belum tau, tema apa yang ingin aku usung dalam mengisi blog-ku ini…
Beberapa yang sempat kupikirkan untuk menjadi tema blog ku ini, yakni :

  1. Seputar Ilmu Komputer (mulai dari tutorial, kehidupan anak ilkom, dan semuanya tentang ilkom)
  2. Seputar Psikologi Anak (mencakup psikologi anak itu sendiri, tumbuh kembang manusia, pengasuhan anak, pengembangan karakter, dan pendidikan holistik)
  3. Keseharianku

Aku memilih tiga tema di atas, karena aku suka menulis tentang itu. InsyaAllah aku punya bahan untuk menulisnya, karena aku ada di dalamnya, karena aku pernah mengalaminya, dan karena aku menjadi bagian dari ketiganya.

Semoga aku bisa.

Amin

*aku ingin menulis lagi, karena hal itu bukan lagi sekedar hobi… ^_^

Dampak Negatif Teknologi…(menurut saya…)

Posted by: Indah on: Nopember 23, 2008

Pada saat seminar kemarin… yakni seminar Next Generation Networking… saya sempat menanyakan “apa dampak negatif teknologi terhadap hubungan interaksi manusia?”
Kenapa saya bertanya seperti itu…??

Pertama, pertanyaan itu sudah seringkali saya bayangkan, dan saya sering ngobrol2 masalah ini dengan orangtua saya… apalagi melihat tujuan pencapaian telkom tahun 2014 dimana semua barang2 yang ada disekitar kita mempunyai alamat IP.. semua bisa digerakkan dengan remote…Hoooowhh

Yang menjadi bayangan saya adalah… jika semua bisa digerakkan dengan remote…(serba mudah dan otomatis…)
dari rutinitas diri kita sendiri saja…
Untuk makan… seperti tayangan dari telkom… kita tinggal pencet 1 tombol lalu tombol itu menghubungkan kita pada Resto makanan yang menyediakan layanan Delivery Order (DO)… Makanan segera sampai ke rumah kita… Atau kl kita g pengen DO, kita masak dari ’sesuatu’ yang serba instant… tinggal panasin, goreng, rebus, atau oven. Mudah! (tapi… mgkn g sehat…(udah pasti, krn mengandung bahan kimia)). Bahkan karena saking sibuknya kita, kita jadi malas makan atau g sempat makan, atau makan g teratur (udah banyak tuh iklan yang menunjukkan fenomena kaya gini kn?)… terpikir oleh saya, bahwa suatu hari nanti (mgkn di negara luar udah ada), makan tuh cmn menelan 1 tablet aja (di dalam tablet/pil/kapsul/atau apalah itu, sudah terkandung unsur2 4 sehat 5 sempurna). Mudah dan efisien. Tapi…pasti ada efeknya… Dari sini saja, saya membayangkan… g ada lagi mama yang masakin buat anak2 dan suaminya, g ada lagi proses memasak dari bahan yang masih benar2 mentah, segar, dan alami. Dan kalau kita cmn menelan pil… g ada lagi seninya makan (asam, pahit, pedas, panas2, dsb).

Itu dari segi pola makan.

Dari segi rutinitas anak…

Emg sih… dengan internet anak menjadi banyak tau (banyyyaaak bgt. Kalau kontrolnya lepas bisa bahaya. Mengetahui hal yang seharusnya tidak diketahuinya dari internet). Lalu anak lebih betah duduk berlama-lama di depan TV atau komputer… Huhuhu… aku g ingin anakku kaya gitu.

CUKUP 2 JAM DI DEPAN TV ATAU KOMPUTER. SELEBIHNYA AYO BERMAIN DI LUAR!!!!

Itu yang aku dapatkan dari kuliah perkembangan anak. Dan itu yang ingin kuterapkan ke anak2ku nanti.

Aku ingin anakku main bola, main puzzle (bkn puzzle yang di komputer), dan permainan2 yang benar2 nyata. Dimana permainan tadi dapat merangsang daya pikir, logika, dan otak kanannya… Aku ingin seperti itu..

Aku g ingin anakku berkacamata sejak kecil..(gara2 terlalu sering nonton tv atau main komputer).

Lalu, banyak tenaga kerja yang tergantikan oleh mesin. Yang menyebabkan mereka kehilangan mata pencaharian merekda.

Trs, dengan teknologi 3G kita bisa bertatap muka dengan orang2 yang ingin kita temui. Mereka bilang cukup kn? Lebih menghemat biaya, tenaga, waktu dll. Tapi tetap saja, rasanya bertemu langsung itu berbeda dibandingkan dengan hanya mendengar suara atau tatap muka lewat layar saja…

Trs, jika semua bisa kita lakukan dengan hanya duduk, menghadap komputer, pegang remote… (mau kuliah, tinggal ganti baju, lalu pencet tombol, masuk channel teleconference, capek pengen pijet, pencet 1 tombol, kursi yang kita duduki mijet kita secara otomatis, pengen minum jus/kopi/teh, tinggal arahkan remote ke mesin pembuat jus/teh/kopi, pengen makan, tinggal pencet remote microwave… hohoho betapa jadi pemalasnya kita… Katanya dengan begitu kita terhindar macet… (kaya’nya kalau udah ky gitu, g mgkn macet lagi… orang2 pd di rumah g kmn2…)

Banyak dampak negatif lain yang perlu kita cermati..yang perlu kita hindari..

Dan, berhubung Bogor sering mati listrik…

Apa yang terjadi??? Teknologi sebagian besar masih menggunakan energi listrik… berhenti kah semua rutinitas? mampukah GenSet atau generator pembangkit listrik sejenis menangani keadaan selama mati listrik???

‘Menulislah dengan hati…’

Kalender

Juli 2009
S S R K J S M
« Mei    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Indah Khurotul Aini's Facebook profile

Muhammad Hasannudin Yusa''s Facebook profile

Halaman

Arsip Tulisan

Kategori Tulisan

Sponsored by the real estate web design web page.